Peminat MagangHub Membludak, Lebih dari 400 Ribu Orang Daftar pada Tahap Pertama
Program Magang Nasional (MagangHub) yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Pada pembukaan tahap pertama, jumlah pendaftar telah melampaui 400 ribu orang, jauh melebihi kuota awal yang disediakan sebanyak 50 ribu peserta.
By Muh. Asdar Prabowo
Jurnalis FORES • 5 Agustus 2026
FOTO: NTVNEWS.ID
Makassar – Program Magang Nasional (MagangHub) yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat tingginya minat masyarakat. Hingga tahap pertama pendaftaran, jumlah peminat telah menembus lebih dari 400 ribu orang, sementara kuota yang tersedia baru mencapai 50 ribu peserta.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan proses seleksi peserta saat ini masih dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra pelaksana program.
"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi oleh perusahaan. Kita baru buka batch pertama 50 ribu orang, tapi antusiasme luar biasa, yang daftar itu lebih dari 400 ribu," kata Yassierli di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).
Program MagangHub secara keseluruhan menargetkan 150 ribu peserta yang akan ditempatkan di berbagai perusahaan di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap perusahaan dapat memilih peserta sesuai kebutuhan sehingga program tersebut mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja secara langsung.
"Kita berharap perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan diharapkan, sehingga nanti adik-adik kita peserta magang bisa belajar banyak di perusahaan tersebut," ujarnya.
Kemenaker juga akan melakukan evaluasi pada pelaksanaan tahap berikutnya. Salah satu fokusnya ialah memastikan penempatan peserta semakin sesuai dengan bidang studi yang ditempuh di perguruan tinggi.
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi gratis bagi 270 ribu lulusan SMA, SMK, maupun sederajat. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," kata Yassierli.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Kemenaker telah melatih sekitar 70 ribu peserta dan akan menambah 270 ribu peserta baru melalui 43 balai pelatihan milik Kemenaker yang tersebar di berbagai daerah.
"Kita sudah melatih 70 ribu, dan kita akan tambahkan 270 ribu pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," ujarnya.
Program pelatihan tersebut juga direncanakan diperluas melalui balai-balai pelatihan milik pemerintah daerah agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk berpartisipasi dalam Program MagangHub dengan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa.
"Saya minta para pengusaha yang ada di APINDO mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi APINDO menerima magang kerja," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, peserta magang akan memperoleh uang saku yang bersumber dari anggaran pemerintah selama enam bulan sehingga perusahaan tidak dibebani biaya tersebut.
"Jadi, mahasiswa Gen-Z ini diberi gaji pemerintah selama enam bulan. Bapak/Ibu tidak menanggung apa-apa. Berdasarkan batch pertama tahun kemarin, itu 60 persen tenaga kerja terserap, bahkan mereka melanjutkan magang," ujarnya.
💬 0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!