Plt Gubernur BI Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Pengendalian Inflasi Pangan
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan pengendalian inflasi nasional, termasuk strategi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga pangan.
By Muh. Asdar Prabowo
Jurnalis FORES • 5 Agustus 2026
FOTO: RMOL
Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (5/8/2026). Agenda tersebut difokuskan pada evaluasi pengendalian inflasi serta langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah.
Destry mengatakan pertemuan tersebut akan menjadi forum untuk menyampaikan capaian kerja Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sekaligus membahas strategi ke depan dalam mengendalikan inflasi pangan.
"Nanti 5 Agustus juga kita akan melakukan pertemuan dengan Bapak Presiden untuk menyampaikan capaian-capaian dan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim pengendali inflasi pusat dan daerah, dan langkah untuk menjaga stabilitas inflasi pangan," kata Destry dalam Editor Briefing di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (31/7/2026).
Menurut Destry, Bank Indonesia masih memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan inflasi pangan yang saat ini berada di atas lima persen. Meski demikian, kondisi inflasi inti (core inflation) dinilai masih berada dalam kisaran yang terkendali.
"Untuk core inflation masih relatif aman. Cuma memang yang diperhatikan kita adalah inflasi pangan karena dia sudah di atas 5 persen," ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya inflasi pangan dipengaruhi oleh faktor pasokan, terutama keterbatasan ketersediaan sejumlah komoditas di berbagai wilayah yang berdampak pada kenaikan harga.
"Inflasi pangan itu khususnya berasal juga memang di sisi supply, di mana ketersediaan pangannya juga terbatas," jelasnya.
Bank Indonesia menilai pengendalian inflasi pangan memerlukan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan melalui sinergi TPIP dan TPID. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian nasional.
💬 0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!