DUNIA 23 Juli 2026 2 Min Read

Iran Pamer Senjata Baru, Kode untuk Amerika Serikat?

AS telah melakukan kesalahan strategis dalam menilai posisi Iran.

RE

By Redaksi FORES Indonesia

Jurnalis FORES 23 Juli 2026

Bagikan:
Iran Pamer Senjata Baru, Kode untuk Amerika Serikat?

Militer Iran Memamerkan Senjata Udara, di Tengah Perangnya Dengan Amerika Serikat Kembali Memanas. (Dok. (West Asia News Agency) via REUTERS dan CNN Indonesia).

FORESINDONESIA.ID - Pasukan militer Iran memamerkan sistem pertahanan udara baru yang mulai dioperasikan di tengah perangnya dengan Amerika Sering yang kembali memanas pasca gencatan senjata. Apakah hal tersebut merupakan kode untuk Amerika Serikat?

Militer Iran mengkalim sistem pertahanan baru tersebut akan memperkuat kekuatan tempurnya dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi pesawat musuh.

Dikutip cnnindonesia.com juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami Nia, mengatakan peralatan pertahanan udara terbaru tersebut telah resmi beroperasi dan secara signifikan meningkatkan kemampuan untuk merespons pesawat musuh

"Dengan kekuatan yang jauh lebih besar," katanya.

Akramani mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang menghadapi momen bersejarah yang sangat sensitif. 

Melalui The Middle East Monitor, dikutip cnnindonesia.com ia mengungkapkan, kinerja rakyat Iran, angkatan bersenjata, Angkatan Darat, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan semakin memperkuat posisi negara itu di kawasan maupun di tingkat internasional.

Ia mengatakan, bahwa Amerika Serikat menggunakan tuduhan tersebut sebagai dalih untuk melancarkan serangan militer serta menerapkan tekanan dan sanksi terhadap Iran.

"Tidak pernah berupaya memperoleh senjata nuklir," ujarnya. 

Akrami Nia juga membeberkan, bahwa AS telah melakukan kesalahan strategis dalam menilai posisi Iran. Menurutnya, Washington salah perhitungan karena menilai kekuatan Iran telah melemah setelah digempur tanpa henti oleh AS selama sebelas hari terakhir.

Hal itu diungkapkan Akrami Nia menyusul klaim Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya bahwa perang telah membuat Teheran lemah. Trump bahkan berdalih Iran sudah memohon-mohon untuk berunding lagi.

"Angkatan bersenjata Iran justru telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konfrontasi semacam itu selama bertahun-tahun melalui latihan militer dan perencanaan yang matang," tegasnya. (*)

💬 0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

🔒 Komentar ditampilkan setelah moderasi.